Jumat, 15 Juni 2012

KHODAM DAN QORIN

Sebagian orang beranggapan bahwa memiliki khodam (Pembantu Gaib) adalah sebuah kesyirikan atau dosa besar. Bagi saya, pendapat ini adalah pendapat yang “membabi buta” karena pengertian khodam sangat luas. Sedangkan khodam sendiri terdiri dari berbagai jenis yang tidak bisa disamakan.
-
Khodam Jin
Istilah “khodam” berasal dari bahasa arab yang berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan satpam juga bisa disebut sebagai khodam. Namun dalam konteks ilmu spiritual, istilah “khodam” digunakan khusus untuk menyebut makhluk gaib yang mengikuti pemilik ilmu spiritual atau yang mendiami suatu benda pusaka. Dalam konsep spiritual jawa, khodam disebut sebagai “prewangan” yang artinya adalah orang yang membantu. Khodam dalam konsep mistik islam jawa diyakini sebagai “jiwa” suatu ilmu. Khodam memberi energi pada pemilik ilmu sehingga bisa melakukan hal-hal diluar kewajaran.
khodam hanyalah sebutan atau julukan bagi Jin, Qorin dan Malaikat yang membantu manusia.
Bagi sebagian orang yang memiliki ilmu spiritual tertentu, bersahabat dengan jin bukanlah hal mustahil. Idealnya hubungan persahabatan adalah saling membantu dan berbagi. Namun kenyataannya hubungan persahabatan dengan jin bisa menguntungkan atau merugikan, bahkan kadang juga menyesatkan. hal ini sama jika kita bersahabat dengan sesama manusia. Jika sahabat kita adalah orang baik, maka kita pun terbawa menjadi baik. Tapi jika kita berteman dengan penjahat, maka kita pun bisa dirugikan atau malah bergabung menjadi penjahat. Semua itu tergantung sifat dan kepribadian kita.
Karena mengagumi kepribadian manusia.Orang-orang saleh yang selalu berbuat kebajikan menjadikan kelompok Jin Muslim kagum.mereka juga berusaha untuk membantu.

Khodam Qorin.
Rasulullah muhammad saw bersabda tentang Qarin, “tidak satupun dari kamu yang tidak diwakilkan oleh Allah seorang qarin (peneman/pendamping) baginya dari bangsa jin.” Para sahabat bertanya. “apakah qarin itu juga diperuntukkan bagimu wahai Rasulullah Muhammad SAW?” beliau menjawab, “juga bagi saya, akan tetapi Allah SWT telah menolongku terhadapnya, lalu ia masuk Islam, sedangkan ia tidak akan menyuruhku kecuali pada kebaikan.” (HR muslim)
-
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “tidaklah ada seorang diantara kalian kecuali disertakan untuknya qarin dari jin dan qarin dari malaikat.” (HR Muslim dan Ibnu Mas’ud). Sangat jelas bahwa Qarin itu merupakan salah satu suku bangsa jin yang disebut QARIN yang ditugaskan Allah untuk selalu mengikuti manusia dalam setiap aktivitasnya. Kemungkinan jin qarin masuk Islam oleh pengaruh manusia: bisa jadi seorang muslim mampu menpengaruhi jin pendampingnya kemudian dia masuk Islam”.

Seringkali kita mendengar kasus-kasus kesurupan dan menonton sinetron atau reality show bertema jin, dimana “makluh ghaib” yang merasuki tubuh manusia atau berada ditempat/rumah setelah dimediumisasi mengakui sebagai ruh personil walisanga,ruh raja-raja terdahulu dan ruh dari keluarga.
Si “makluh ghaib” itu menyakinkan dengan mampu menyebutkan tempat suatu kejadian, peristiwa-peristiwa tertentu, silsilah/nasab keluarga dan sebagainya, hal ini membuat orang-orang disekitarnya menyakini bahwa yang merasuk memang ruh yang gentayangan. Kalaupun ada kesamaan antara pengakuan si “makluh ghaib” dengan sejarah hidup seseorang yang telah meninggal, bukanlah merupakan bukti bahwa itu ruh orang tertentu yang bergentayangan. Itu adalah ulah jin Qarin orang tersebut saat masih hidup. Si Qarin ini berumur panjang dari orang itu yang memiliki data-data lengkap mengenai kehidupan orang itu. Tentunya dengan mudah menjabarkan sejarah hidup orang itu.
ikutnya Qorin sebagai khodam manusia bisa diusahakan dengan olah spiritual seperti puasa, meditasi, membaca doa atau mantra.

Khodam malaikat.
kedatangan Malaikat sebagai khodam adalah kehendak Tuhan. Sedangkan manusia hanya bisa berusaha dengan metode olah spiritual yang diyakininya.
Proses datangnya khodam pun berbeda-beda.
Memiliki khodam, selama ditempuh dengan cara yang benar, bukanlah suatu kemusyrikan, dan bukan berarti kita meyakini bahwa Tuhan tidak mampu menolong manusia secara langsung. Sudah menjadi aturan Tuhan, bahwa Tuhan memenuhi kebutuhan makhluknya – termasuk dalam memberi pertolongan – selalu melibatkan makhluk ciptaanya. Sebagai contoh kita semua yakin malaikat Raqib dan Atid yang bertugas mencatat setiap amal baik-buruk manusia. Mereka diyakini berada di bahu kanan dan kiri setiap manusia.
Dengan adanya malaikat ini,bukan berarti kita meyakini Allah kurang kekuasaannya atau Tuhan repot mengurus manusia, sehingga menciptakan malaikat sebagai pembantu untuk meringankan tugas Tuhan. Adanya malaikat dengan tugas-tugas tertentu adalah hukum Allah dan manusia hanya bisa menerima kenyataan itu dan meyakini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar